KELAYAKAN FASILITAS PUBLIK DALAM KAWASAN INDUSTRI WISATA BELANJA DI KOTA BANDUNG: STUDI KASUS TERHADAP TOILET DAN MUSOLA

Riadi Darwis, Adi Hendraningrum, Yanthi Adriani

Abstract


Abstrak:Keberadaan pusat perbelanjaan modern maupun tradisional saat ini menjadi sarana alternatif untuk berwisata. Sebagai bagian dari destinasi wisata belanja, pusat perdagangan sudah selayaknya memberikan rasa nyaman bagi para pengunjungnya. Salah satu di antara fasilitas yang wajib tersedia bagi para pengunjung adalah toilet dan musola. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian  kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dipakai meliputi: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Alat kumpul data berupa: daftar periksa, pedoman wawancara, dan dokumen. Teknis analisis yang dipakai adalah statistik deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) manajerial toilet dan musola di KIWKB hanya memenuhi 60% subpengelolaan, musola 75% milik PD Pasar; (2) kondisi toilet dan musola mayoritas lengkap  dan berkadar sedang;  berdasarkan aspek fasilitas pendukung dan ukuran, musola berkondisi buruk; (3) penerapan standar toilet dan musola umum telah memenuhi  dua dari tiga persayaratan, dan belum ada regulasi yang resmi.

Kata kunci: wisata belanja, manajemen toilet-musola, kondisi toilet-musola, standar toilet-musola,

Abstract: The existence of modern and traditional shopping center is currently the alternative means of travel. As part of the tourist destination shopping, trade centers are appropriately provide a sense of comfort for the visitors. One of the facilities must be available for the visitors was the toilet and musola. The research method is qualitative research methods. The data collection techniques used include: observation, interviews, and documentation. Data gathering tool in the form of: checklists, interview guides, and documents. Technical analysis is used is descriptive statistics. The findings showed that (1) managerial toilet and musola in KIWKB only meet 60% submanagement, musola 75% is owned by PD Pasar; (2) the condition of the toilets and musola majority being complete and yield; based on aspects of supporting facilities and size, musola critical condition; (3) the implementation of standards and musola public toilets have met two of three to the terms, and there is no official regulation.

Keywords: shopping tourism, toilet-musola management, toilet-musola condition, toilet musola standard


Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (2002). Prosedur Suatu Penelitian: Pendekatan Praktek. Edisi Revisi Kelima. Jakarta : Rineka Cipta.

Furchan, A. (2004). Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Yogyakarta : Pustaka Belajar.

Ghony, D., & Almansyur, F. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2014). Lampiran Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Usaha Hotel Syariah. (pdf). Tersedia: https://www.bing.com/search?q=Pedoman+Penyelenggaraan+Usaha+Hotel+Syariah&form=PRIDID&pc=EUPP_&httpsmsn=1&refig=584c4613af1e4fd0b04ea3c25313dd4d&pq=pedoman+penyelenggaraan+usaha+hotel+syariah&sc=0-11&sp=-1&qs=n&sk= [ Juni 2016].

Kementerian Perdagangan RI. (2008).Buku Putih Pemberdayaan Pasar Tradisional (Dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Pasar Tradisional). Jakarta: Kementerian Perdagangan RI.

Kusmayadi. (2004). Statistika Pariwisata Deskriptif. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Margono. (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Menteri Dalam Negeri RI. (2007). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Pasar. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri RI.

Menteri Perdagangan RI. (2008). Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor : 53/M-DAG/PER/12/2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Jakarta: Kementerian Perdagangan RI.

Presiden Republik Indonesia. (2007). Peraturan Presiden (Perpes) No. 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Jakarta: Sekretariat Negara RI

Purwanto, E.A., & Sulistyastuti, D.R. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif untuk Administrasi Publik dan Masalah-Masalah Sosial. Yogyakarta: Gava Media.

Satori, D., & Komariah, A.(2014). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : Alfabeta.

Sedarmayanti. (2009). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: CV Mandar Maju.

Soekadijo. (2000). Anatomi Pariwista. Jakarta : Gramedia.

Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suman, A.(2010). Ritel Asing vs Pasar Tradisional. Tersedia: http:www.feb.ub.ac.id/agus-suman- ritel-asing-pasar-tradisional.html. [Juni 2016].

Sumarsono. (2004). Metodologi Penelitian Akuntansi Beserta Contoh Interpretasi Hasil Pengolahan Data. Edisi Revisi. Surabaya.

Widhiarso, W. (2009). Estimasi Reliabilitas dalam Pemodelan Persamaan Struktural. Manuskrip Publikasi. Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Yoeti, A, O. (1990). Pemasaran Pariwisata. Bandung : Angkasa.

Yoeti, A, O. (1996). Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung : Angkasa.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Barista telah terindeks di: